Olahraga

2022

Berita terbaru

Terduga penyiram air Keras ke novel baswedan tidak di Tahan,inilah alasan nya

Terduga penyiram air Keras ke novel baswedan tidak di Tahan,inilah alasan nya
Terduga penyiram air Keras ke novel baswedan tidak di Tahan,inilah alasan nya
Polisi tidak menahan AL (30) karena belum memiliki bukti kuat atas dugaan sebagai pelaku penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan. Namun polisi saat ini tengah menuntun AL untuk mengecek alibinya terkait keberadaannya pada saat kejadian, Selasa 11 April lalu.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, kita belum menemukan dia adalah pelakunya. Tapi sesuai apa arahan Bapak Kapolri, kita juga tidak percaya begitu saja, tentu kita juga harus cek alibinya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/5/2017).

AL adalah sekuriti di sebuah SPA di kawasan Jakarta Pusat. Dia bekerja per shift. Shift pertama, waktu bekerja mulai pukul 15.00 WIB-00.00 WIB. Kalau giliran masuk shift dua, dia mulai bekerja pukul 17.00 WIB sampai tamu bubar.

Peristiwa teror itu terjadi pada Selasa (11/4) subuh lalu. Sebelumnya, Senin 10 April, AL beralibi sedang tidak bekerja dan aktivitasnya seharian hanya di rumahnya di kawasan Pasar Minggu, Jaksel.

"Alibinya tanggal 10 (April) dia tidak masuk, libur. Di mana keterangannya, di rumahnya. Nanti kita cek, di rumahnya ada 3 saudaranya itu, apakah benar tanggal 10 itu dia ada di rumahnya. Akan kita periksa, tapi belum," terang Argo.

AL juga memberikan alibi bahwa pada tanggal 11 April itu dia masuk kerja pukul 15.00 WIB. Dia berangkat dari rumahnya pukul 12.00 WIB dengan diantar saudaranya hingga ke Stasiun Pasar Minggu. Dia naik kereta hingga ke Stasiun Sawah Besar, lalu turun dan berjalan kaki ke tempat kerjanya itu.

"Selanjutnya nanti kita juga akan periksa di kantornya, tentu di sana ada buku mutasi, kita cek disana apakah dia bekerja (tanggal 11 April itu), jam berapa dia datang. Tentu kita akan cek alibi-alibi saksi AL yang disampikan itu," lanjutnya.

Tidak hanya itu, polisi juga akan mengkros cek alibi AL soal posisinya itu dengan menganalisa handphone-nya. "Kita juga akan cek IT dengan handphone dia tanggal 11 (April) itu ada di mana biar semua tahu, kita bisa lihat seperti yang dilakukan kepada 2 yang diduga pelaku (M dan H) itu yang fotonya beredar, kita cek alibinya," paparnya.

Polisi belum bisa menyimpulkan apakah benar AL adalah pelakunya. Argo mengatakan, polisi masih bekerja.

"Jadia dia masih dibawa penyidik untuk mengecek alibi-alibinya itu," ujar Argo. 
Advertisement