Dalam beberapa waktu terakhir, Sandiaga Uno (47) pasti
sangat familiar di telinga Anda. Maklum, Sandiaga merupakan calon wakil
gubernur pendamping Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta, yang notabene ibu
kota negara.
Dalam hitung cepat 4 lembaga survei yang dirilis kemarin
(19/4/2017), pasangan Anies Sandi untuk sementara unggul dengan perolehan suara
52 persen. Sementara, calon incumbent, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot
Saiful Hidayat, 48 persen.
Namun sosok Sandy awalnya bukan tokoh yang sejak awal besar
di dunia politik. Sandi justru besar dalam dunia bisnis sebagai salah satu
pengusaha muda paling brilian semenjak 1 dekade yang lampau.
Pemilik nama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno ini lahir di
Rumbai, Pekanbaru, Provinsi Riau pada 28 Juni 1969.
Sandiaga muda adalah lulusan Wichita State University,
Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude. Sandiaga yang baru lulus
lantas mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990. Setahun kemudian
ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington
University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK)
4,00.
Kemudian, pada tahun 1993 ia bergabung dengan Seapower Asia
Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP
Holding Limited Group (mulai 1994). Pada 1995 ia pindah ke NTI Resources Ltd di
Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd. dengan
penghasilan 8.000 Dollar AS per bulan. Namun, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut.
Sandi pun terpaksa menelan pil pahit dan pulang ke Indonesia
dengan predikat pengangguran. Meskipun demikian, karena kejadian tersebut,
Sandi Uno kemudian mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi
pengusaha.
“Saya memang tidak punya kemewahan untuk memilih jalan hidup
sebagai pengusaha. Saya jadi pengusaha itu karena murni kecelakaan. Karena
kondisi ekonomi waktu itu sangat terpuruk, saya tahu tidak mungkin diterima
bekerja ditempat lain. Saya dipaksa merubah cara berpikir saya menjadi seorang
pengusaha. Alhamdulillah, ternyata ini memang jalan yang Allah tunjukkan,” kata
Sandiaga, di Jakarta, dilansir potretnews.com dari suara.com.
Awal karier bisnis Sandi dimulai pada tahun 1997 saat
mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani
(kini menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William
Soeryadjaya, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama
Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk
kehutanan.
Berbekal jejaring
yang bagus dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar
negeri, Sandiaga sukses menjalankan bisnis
tersebut. Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal
investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah
keuangan.
Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan
dikembangkan. Setelah kembali sehat, aset perusahaan tersebut dijual kembali
dengan nilai yang lebih tinggi. Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah
diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali ,
antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics.
“Bidang usaha saya akhirnya berkembang ke keuangan, sumber
daya alam, barang-barang konsumsi, dan infrastruktur,” tambah Sandiaga.
Sandiaga tak cuma sibuk berbisnis, ia juga sangat aktif
berkecimpung di organisasi yang berhubungan dengan dunia usaha. Bahkan pada
periode 2005-2008, Sandiaga terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda
Indonesia (HIPMI). Kini di era kepengurusan Rosan sebagai Ketua Umum Kadin,
Sandiaga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif.
Sandiaga pernah dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di
Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80
juta Dollar AS. Sementara, pada 2008 ia
juga pernah dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total
aset 245 juta Dollar AS. Pada 2009 Sandiaga masuk sebagai pendatang baru dalam
daftar 40 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Majalah tersebut
menuliskan Sandi memiliki kekayaan sebesar 400 juta Dolar AS dan berada di
peringkat 29.
Walau demikian, Sandiaga tak menganggap berbagai predikat
diatas sebagai prestasi utama sebagai pengusaha. Menurutnya, itu hanyalah
bentuk penghargaan komunitas dunia usaha terhadap kiprah dirinya sebagai
pengusaha. “Bagi saya itu justru menjadi motivasi bagi saya bagaimana lebih
baik dalam menciptakan lapangan kerja dan memajukan ekonomi Indonesia agar
lebih baik,” tambah Sandiaga.
Kiprah Sandiaga dalam dunia bisnis tidak main-main. Ia
tercatat duduk sebagai anggota Dewan Direksi di beberapa perusahaan. Mulai dari
PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal, PT Mitra Global Telekomunikasi
Indonesia, Interra Resources Limited, PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK.
Sandiaga juga tercata sebagai pemilik 51 persen saham
Mandala Airlines pada Mei 2011.
Namun sejak 16 April 2015, ia mengundurkan diri dari
jabatannya sebagai salah satu direktur PT Adaro Energy Tbk. Tak Cuma itu, pada Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk pada 10 Juni 2015, ia
resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama
Sedaya Tbk (SRTG).
Ia melepaskan berbagai jabatan di beberapa perusahaan
tersebut karena ingin fokus pada tugas barunya sebagai Wakil Ketua Dewan
Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya
(Gerindra) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Posisinya di Saratoga
digantikan oleh Michael Soeryadjaya, anak dari Edwin Soeryadjaya dan cucu dari
pendiri Astra International William Soeryadjaya.
”Saya akhirnya memang memilih fokus dalam dunia politik dan
meninggalkan dunia usaha. Karena saya yakin kita tidak bisa hidup di dua alam
politik dan ekonomi sekaligus. Kalau dipaksakan, akan banyak benturan
kepentingan. Saya mundur dari 18 posisi Direksi di berbagai perusahaan,” tambah
Sandiaga.
Menurutnya, keputusan terjun total ke dunia politik karena
ingin memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat. Walaupun
sebagai pengusaha juga bisa memberikan dampak luas kepada masyarakat, namun
ajakan politik dari Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto mengajak agar
membangun ekonomi nasional yang berpihak rakyat kecil serta usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM). “Ini memang tugas yang berat, semoga saya bisa
melaksanakannya,” ujar Sandiaga. *** - See more at:
https://www.potretnews.com/berita/baca/2017/04/20/perjalanan-hidup-sandiaga-uno-pengusaha-besar-dari-riau-yang-lahir-dari-kecelakaan/#sthash.nuEkNmr1.dpuf
Advertisement
