Kalo udah kayak gini, yang salah siapa dong?
Gaes, lain kali kalo iseng jangan kebangetan. Apalagi kalo itu di sosial media! Bisa-bisa kamu bikin resah seisi kota.
Pria
berinisial H (32) di kota Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya harus
berurusan dengan polisi, cuma gara-gara nulis status iseng di Facebook!
Dengan akun Ancha Evus, dia gak bakal nyangka kalo status dengan judul
"Marthabak Telor" yang dibuatnya cuma buat iseng malah bikin warga jadi
resah. Terpaksa deh dia berurusan dengan Polres Mamuju pada Senin
(17/7/2017) karena dinilai melanggar Undang-Undang nomor 19 tahun 2016
tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Awalnya,
malam Sabtu 16 Juli 2017, pemilik akun Ancha Evus nulis status kalo
Kota Mamuju saat ini berstatus siaga satu karena ada kasus mutilasi
terhadap Martha. Akhirnya status ini jadi sumber keresahan warga Mamuju.
Apalagi dia juga ngepost foto cewek dalam keadaan terikat, plus foto
rumah yang diberi garis polisi dan dikerumuni warga.
Inilah informasi hoax yang kemarin sempat menggegerkan tersebut.
Eh diakhir tulisan, ternyata H mengungkapkan kalo "Martha" yang dimaksud itu adalah akronim dari "Marthabak Telor"!
Eeeh
setelah diselidiki, ternyata dari awal sebenarnya H cuma berniat iseng.
Tapi karena yang membaca statusnya ini ternyata gak ngebaca statusnya
dari awal hingga akhir sampai tuntas, jadilah mereka ngira kalo Martha
ini korban mutilasi beneran. Karena udah telanjur meresahkan, akhirnya H
tetep aja ditangkap. Tapi akhirnya karena udah minta maaf, H akhirnya
dibebaskan.
Yaelah, makanya gaes, laen kali kalo iseng, mending jangan di sosial media deh. Rawan! Apalagi kl status hoax dibikin becanda, trus bawa-bawa nama polisi. Dan kalo baca informasi, pastikan kamu bacanya sampai tuntas dan jelas, jangan sepotong-potong. Mending Marthabak Telornya aja yang dimakan sepotong-sepotong. Wkwkwk...
Advertisement

